Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), merespons kritik sejumlah pihak yang ragu terhadap data angka pengangguran yang turun di Sulbar. Ia meminta pihak yang ragu tersebut menunjukkan data valid sebagai pembanding.
SDK mengatakan, angka pengangguran yang disajikan itu berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menggunakan data BPS dalam proses penilaian.
“Kalau ada yang tidak percaya, mungkin mereka memiliki data yang lebih baik daripada data BPS. Kalau memang ada data yang lebih baik dan metodologi yang lebih bagus, silakan dihadapkan dengan data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik,” kata SDK, di Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (2/6/2026).
Menurut SDK, pemerintah pusat menjadikan data BPS sebagai rujukan utama dalam menilai capaian daerah, termasuk dalam indikator ketenagakerjaan. Bahkan, kata dia, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPS Nasional.
“Karena pemerintah pusat mengambil data tersebut, bahkan yang menyerahkan penghargaan kepada saya adalah Kepala BPS Nasional,” ujarnya. (*)







