Mamuju, Mesakada.com – Dua proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Barat (Sulbar) yang dikerjakan PT Hutama Karya mengalami keterlambatan dari target awal. Jika semula ditargetkan sudah dapat digunakan pada 31 Juli 2026, kini penyelesaiannya diundur hingga 31 Agustus 2026.
Penundaan terjadi pada proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju. Keduanya merupakan bagian dari program strategis nasional yang dipersiapkan untuk mendukung pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Junda Maulana mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan penyesuaian waktu penyelesaian pembangunan hingga akhir Agustus.
“Kementerian Sosial memberikan waktu hingga 31 Agustus 2026. Kita berharap seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal tersebut,” kata Junda saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Luyo, Polewali Mandar, Selasa (14/7/2026).
Menurut Junda, lokasi pembangunan di Luyo memiliki tantangan tersendiri karena berada sekitar 15 kilometer dari jalan poros dengan medan yang cukup sulit. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas bangunan.
“Kami tidak masuk ke ranah teknis pembangunan, tetapi kami mengingatkan agar pekerjaan diselesaikan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas. Bangunan ini dipersiapkan untuk jangka panjang sehingga harus benar-benar memenuhi standar kelayakan,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemprov Sulbar tidak akan memindahkan siswa ke gedung baru sebelum seluruh fasilitas dinyatakan aman dan layak digunakan.
“Prinsip kami, karena anak-anak kami memang menempati, kami harus ada jaminan bahwa bangunan ini sudah layak untuk kita tempati,” ujarnya.
Saat ini Sekolah Rakyat di Luyo telah menampung sekitar 98 siswa dari sekolah rintisan. Ke depan, pemerintah menargetkan penambahan 270 peserta didik yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Namun, kapasitas bangunan yang tersedia dinilai belum mencukupi untuk menampung seluruh kebutuhan dalam beberapa tahun mendatang sehingga Pemprov Sulbar telah mengusulkan penambahan gedung dan meminta Pemkab Polewali Mandar menyiapkan lahan pengembangan.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju juga mengalami penyesuaian jadwal. Awalnya sekolah ditargetkan mulai beroperasi pada 17 Juli, kemudian diundur menjadi 31 Juli karena progres pembangunan baru mencapai sekitar 80 persen serta kesiapan tenaga pendidik dan tenaga pendukung belum sepenuhnya rampung.
Namun, seiring adanya penyesuaian jadwal dari Kementerian Sosial, target operasional sekolah tersebut juga bergeser mengikuti target penyelesaian proyek pada 31 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Sulbar menegaskan proses pembelajaran baru akan dimulai setelah pembangunan selesai dan seluruh fasilitas dinyatakan aman, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh aktivitas konstruksi maupun berisiko terhadap keselamatan siswa. (*)





