Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) mengklaim angka kemiskinan di Sulbar mulai berangsur turun, seiring membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah dalam satu setengah tahun terakhir. Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi yang dikejar pemerintah harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam satu setengah tahun ini angka pertumbuhan kita mulai baik. Demikian juga angka penurunan kemiskinan kita juga berangsur turun,” kata SDK, dalam sambutannya pada malam resepsi kenegeraan di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut mampu dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Kita ingin pertumbuhan 6 persen dan juga kita ingin dalam waktu yang bersamaan menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.
SDK menekankan, pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai Sulbar bukan sekadar pertumbuhan sesaat. Pemerintah harus memastikan peningkatan aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Olehnya itu, pertumbuhan yang kita nikmati bukanlah pertumbuhan yang sesaat, tapi pertumbuhan yang mampu dinikmati oleh seluruh masyarakat yang ada di Sulawesi Barat,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, SDK mengatakan Pemprov Sulbar membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemprov Sulbar tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, terlebih dengan keterbatasan APBD.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta seluruh instansi yang selama ini ikut mendukung pembangunan Sulawesi Barat.
“Saya sebagai gubernur menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada TNI Polri, demikian juga dengan seluruh instansi terkait yang bersama-sama kita membangun Sulawesi Barat ini dengan APBD yang efisien,” katanya.
Menurutnya, pemerintah merupakan satu kesatuan yang harus bergerak bersama mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa.
“Kami memang tidak mampu sepenuhnya menyelesaikan persoalan tersebut. Akan tetapi pemerintah tidak berdiri sendiri. Pemerintah itu adalah satu kesatuan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten sampai ke tingkat desa,” jelasnya.
Ia optimistis jika kolaborasi tersebut terus diperkuat, target pertumbuhan ekonomi 6 persen sekaligus penurunan kemiskinan dapat dicapai.
“Apabila ini semua mampu kita wujudkan, kolaborasi yang baik, saya yakin apa yang kita harapkan di Sulawesi Barat mampu kita capai,” pungkasnya. (*)





