DPPA Mamuju Prihatin Kasus Pemerkosaan Anak Masih Marak Terjadi

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Dalam kurun waktu satu bulan, tiga kasus pemerkosaan terhadap anak dengan pelaku ayah terungkap di Polresta Mamuju. Rentetan kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem perlindungan anak, mengingat pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban.

Kasus pertama menimpa seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang menjadi korban ayah kandungnya. Tak lama berselang, terungkap kasus ayah yang melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya selama enam tahun. Bahkan, dalam rentang waktu yang sangat dekat, kembali terjadi kasus serupa dengan pelaku ayah terhadap anak tirinya.

Deretan kasus tersebut menunjukkan pola kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkup keluarga, ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Mamuju, Masyita Syam, mengaku prihatin atas tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut.

“Di era saat ini, kekerasan bisa terjadi pada siapa saja, namun perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang paling rentan,” kata Masyita, usai peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Mamuju, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan, di antaranya melalui advokasi dan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak, seperti pengadilan, kejaksaan, kepolisian, serta lembaga terkait lainnya.

Selain itu, DPPA juga melakukan pendampingan dan penjangkauan terhadap korban untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal, termasuk memberikan dukungan selama proses hukum berlangsung.

Kasus-kasus yang terungkap di Polresta Mamuju ini menegaskan bahwa ancaman terhadap anak tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari lingkaran terdekat yang kerap luput dari pengawasan. Tanpa keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat, potensi kekerasan serupa dikhawatirkan akan terus berulang. (fan)

No More Posts Available.

No more pages to load.