Dorong Infrastruktur dan Program Sosial, Gubernur SDK Jemput Bola ke Jakarta

oleh

Jakarta, Mesakada.com – Pemerintah Provinsi Sulbar bersama enam kepala daerah kabupaten melakukan langkah strategis dengan bergerak langsung ke Jakarta, Senin 5 Mei, untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan penguatan program sosial di kawasan transmigrasi.

Rombongan Pemprov Sulbar telah melakukan audiensi dengan tiga kementerian sekaligus: Kementerian Transmigrasi, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Fokus utama adalah percepatan pembangunan di kawasan transmigrasi yang tersebar di empat kabupaten, yakni Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menegaskan bahwa transmigrasi merupakan bagian integral dari sejarah Sulbar. Ia menyebut, sekitar 50 persen penduduk Sulbar berasal dari keluarga transmigran. Kini, menurutnya, saatnya kawasan transmigrasi naik kelas.

“Transmigrasi adalah bagian dari jati diri Sulbar. Kami ingin SP Tanjung Cina di Pasangkayu dan SP Ratte dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis klaster, seperti kakao di Polman dan komoditas unggulan lainnya,” ujar SDK.

Ia memastikan bahwa Pemprov Sulbar siap mendukung penuh program strategis transmigrasi, termasuk melalui skema cost sharing bila diperlukan. “Selama kementerian membutuhkan kami, kami akan hadir,” tegasnya.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyambut positif langkah proaktif Pemprov Sulbar dan kehadiran lengkap seluruh bupati. Ia menegaskan, transmigrasi kini harus dilihat sebagai pembangunan kawasan ekonomi, bukan semata perpindahan penduduk.

“Transmigrasi hari ini adalah menciptakan pusat-pusat ekonomi berorientasi ekspor. Komitmen dari Gubernur dan para bupati Sulbar sangat menginspirasi,” kata Menteri.

Ia juga menyebut tengah menjajaki kehadiran investor besar ke Sulbar, termasuk Nestlé, untuk membangun industri kakao. Namun, pemerintah daerah diminta menyusun rencana bisnis yang solid untuk mengundang investasi.

“Yang datang hari ini lengkap, dan ini bisa jadi model ideal kolaborasi pusat-daerah dalam pembangunan kawasan transmigrasi,” tambahnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.