Dinkes Temukan 1.400 Kasus TBC di Sulbar, Paling Banyak di Polman

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar mencatat telah menemukan sekira 1.400 kasus tuberkulosis (TBC) dari target penemuan 5.002 kasus yang ditetapkan tahun ini. Kasus-kasus tersebut tersebar di enam kabupaten di Sulbar, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Kepala Dinkes Sulbar, dr Nursyamsi Rahim mengatakan, penemuan kasus menjadi salah satu fokus utama dalam upaya penanggulangan TBC. Selain menemukan penderita, pemerintah juga memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas dan memberikan terapi pencegahan kepada orang yang tinggal serumah dengan pasien.

“Sekarang yang perlu kita cari itu 5.002 kasus. Yang sekarang sudah didapat itu sudah hampir 1.400-an kita sudah dapat. Itu tersebar di enam kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat,” kata dr Nursyamsi, Selasa (23/6/2026. 

Menurutnya, penanganan TBC dilakukan secara menyeluruh mulai dari pelacakan kasus, pemeriksaan kesehatan, pengobatan pasien hingga pemberian obat pencegahan bagi kontak erat penderita. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

“Jadi penanganan TBC untuk tingkat Provinsi Sulawesi Barat, kami sudah melakukan semaksimal mungkin dalam hal penanggulangan TBC itu. Jadi kami itu melihatnya dari bagaimana dulu menemukannya, menemukan kasusnya, setelah itu bagaimana kami mengobati, membawa ke sarana kesehatan, dan setelah itu lagi, jadi orang yang kontak serumah dengan penderita TBC itu, kita juga obati, kita kasih obat pencegah,” ujarnya.

Meski upaya penemuan dan pengobatan terus ditingkatkan, Dinkes Sulbar mengakui masih menghadapi tantangan besar berupa stigma masyarakat terhadap penyakit TBC. Banyak penderita yang masih merasa malu atau takut diketahui mengidap penyakit tersebut sehingga enggan memeriksakan diri.

dr Nursyamsi menegaskan bahwa TBC sebenarnya dapat disembuhkan jika pasien disiplin menjalani pengobatan hingga selesai. Pemerintah juga menyediakan obat secara gratis sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.