Mamasa, Mesakada.com — Pembangunan Gedung Kelas PKBM Yayasan Harapan Mamasa di Desa Bombong Lambek, Kecamatan Mamasa, hingga kini belum juga selesai.
Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2024 dengan nilai anggaran lebih dari Rp300 juta itu disebut-sebut belum tuntas meski dana yang telah dicairkan dikabarkan mencapai sekitar 95 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembangunan dinilai masih sangat minim. Struktur bangunan yang terlihat baru sebatas pemasangan beberapa tiang, sementara pekerjaan lainnya belum menunjukkan perkembangan berarti.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari masyarakat setempat. Proyek ini juga diduga dikerjakan oleh seorang oknum polisi berinisial R yang bertugas di wilayah hukum Polres Mamasa.
Ironisnya, di lokasi pembangunan tidak ditemukan papan proyek yang biasanya memuat informasi mengenai sumber anggaran, nilai proyek, maupun pelaksana kegiatan. Padahal bangunan tersebut berada di pinggir jalan dan mudah terlihat oleh masyarakat.
Menanggapi informasi tersebut, wartawan mencoba mengonfirmasi Kepala Bidang terkait, Elisabet, pada Senin (29/12/2025).
Elisabet mengaku baru mengetahui informasi tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya setelah perayaan Natal dan Tahun Baru.
Ia menyebut akan memanggil pihak yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait progres pembangunan gedung tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kapolres Mamasa, AKBP Ariantony Utama Bangalino, masih dilakukan terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam proyek pembangunan tersebut. (*)






