Mamuju, Mesakada.com – Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Moh Edy Mahmud, memuji capaian pembangunan Pemprov Sulbar, di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK). Bahkan, ia menyebut prestasi yang diraih Sulbar bukan kaleng-kaleng, termasuk keberhasilan menekan angka pengangguran hingga menjadi yang terendah di Sulawesi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Pemprov Sulbar, di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (18/6/2026). Menurut Edy, sebagian besar target pembangunan yang ditetapkan Sulbar pada tahun 2025 berhasil dicapai, bahkan melampaui sasaran yang telah ditetapkan.
“Prestasi Sulawesi Barat ini bukan kaleng-kaleng. Kemarin juga bisa menurunkan angka pengangguran menjadi yang terendah di Sulawesi,” kata Edy.
Ia menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat tahun 2025 yang dipatok sebesar 5,20 persen berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai 5,36 persen.
“Target pertumbuhan ekonomi 5,36 sudah tercapai. Targetnya 5,20 tapi di tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat 5,36,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan capaian positif. Di antaranya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, rasio industri pengolahan, indikator pendidikan seperti harapan lama sekolah, usia harapan hidup, hingga tingkat kemiskinan yang seluruhnya mencapai target yang telah ditetapkan.
Edy mengungkapkan, dari 11 indikator pembangunan yang menjadi perhatian BPS, sebanyak 10 indikator berhasil mencapai target pada tahun 2025.
“Jadi dari beberapa indikator, 11 indikator yang kami catat, 10 di antaranya sudah tercapai untuk target tahun 2025,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2026 melalui kerja sama seluruh jajaran pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat.
“Mudah-mudahan tahun 2026, dengan kerja keras kita semua, indikator-indikator tersebut juga bisa tercapai oleh kinerja bapak-ibu semua di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat maupun pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat,” tuturnya. (ajs)







