Mamuju, Mesakada.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar telah menurunkan dua personelnya melakukan asessmen bencana banjir dan longsor di Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk respons awal. Kedua personel tersebut ditugaskan melakukan asesmen awal dan memantau langsung kondisi di lapangan.
“Kita terus memantau, tim kami untuk asessmen awal sudah ada di lapangan. Ada dua orang kita turunkan kemarin ke Aralle,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yassir Fattah, Jumat (15/5/2026).
Yassir menjelaskan, BPBD Sulbar saat ini belum dapat langsung turun melakukan penanganan penuh terhadap bencana banjir dan longsor di Kabupaten Mamasa, karena masih menunggu penetapan status siaga darurat maupun permintaan bantuan resmi dari pemerintah daerah.
“Kalau kejadian di Mamasa sekarang, kami ini belum bisa turun. Ada SOP dan kewenangan. Jadi apabila terjadi kebencanaan, mereka belum mengeluarkan (status) siaga darurat atau permintaan bantuan, kami belum turun ke lapangan,” bebernya.
Yassir menjelaskan, selama kondisi di Mamasa masih dianggap mampu ditangani oleh BPBD kabupaten bersama Tagana dan stakeholder lainnya, maka penanganan masih menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Meski begitu, Yassir menegaskan tetap siaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak bencana. Apabila sewaktu-waktu ada permintaan bantuan resmi dari Pemkab Mamasa, maka tim tambahan akan segera diterjunkan untuk membantu penanganan bencana.
“Kami di provinsi cuman membantu. Kalau dibutuhkan kami selalu siap. TRC kami 24 jam siaga. Kalau memang dibutuhkan dan dimintai bantuan lewat surat kita langsung turunkan,” pungkasnya. (ajs)





