Mamuju, Mesakada.com – Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair Sulawesi Barat 2026 ditutup dengan penegasan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan transformasi digital untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulbar.
Kegiatan yang berlangsung selama 25–27 Juni 2026 di Atrium Maleo Town Square (MATOS), Mamuju, menjadi wadah mempertemukan pemerintah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi halal di daerah.
Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, mengatakan Mandarpreneur Fair tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan tabligh akbar, talkshow, edukasi literasi keuangan syariah, pameran produk halal, hingga business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan lembaga pembiayaan.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju menerima Penghargaan Akselerator Ekonomi Halal. Menurut Yuki, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), perbankan, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam mengembangkan ekonomi syariah di daerah.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulbar , Rifky Adhitya menegaskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan integrasi program, kesamaan visi, dan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku industri, hingga masyarakat,” kata Rifky.
Ia menambahkan, transformasi digital dan sinergi lintas sektor menjadi kunci memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Sulbar.
Pada penutupan acara juga diumumkan pemenang Lomba Generasi Ekonomi Syariah Cerdas dan Inspiratif (GENESIS) tingkat SMA/sederajat. Juara pertama diraih Earlyta Nayra Arayfa Mustari dari SMA IT Wildan, disusul A. Adina Maharani Irwyin dari MAN 1 Mamuju sebagai juara kedua, dan Deby Febrian Sari dari UPTD SMKN 1 Mamuju di posisi ketiga.
Mandarpreneur Syariah Fair 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi halal di Sulawesi Barat melalui peningkatan literasi keuangan syariah, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. (*)






