Pasangkayu, Mesakada.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasangkayu sekaligus Safari Ramadan untuk mengevaluasi implementasi anggaran tahun 2025, khususnya pada program transmigrasi Tanjung Cina.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa pada 2025 lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Pemerintah Kabupaten Pasangkayu sebesar kurang lebih Rp8 miliar untuk penanganan kawasan transmigrasi Tanjung Cina.
“Saya cek bagaimana implementasinya, alhamdulillah berjalan. Termasuk rehabilitasinya, semua gedung di sana kita rehabilitasi, jalan juga sudah dikerjakan,” ujar Suhardi Duka, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menilai, secara fisik proyek tersebut telah sesuai dengan harapan. Namun, kondisi kehidupan warga transmigrasi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan solusi.
“Yang tidak sesuai harapan kita adalah kehidupan warga transmigrasinya. Karena tambaknya belum berhasil. Masih tradisional, sementara kalau mau jadi tambak modern perlu banyak biaya,” jelasnya.
Menurut Gubernur Suhardi Duka, dengan luas tambak rata-rata seperempat hektare per kepala keluarga, sistem tradisional dinilai belum mampu menopang kebutuhan ekonomi warga. Ia pun berencana melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Transmigrasi dan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mencari solusi terbaik bagi sekitar 100 kepala keluarga yang berada di kawasan tersebut.
Beberapa opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari penambahan luas lahan, modernisasi sistem tambak, hingga mendatangkan investor. Namun, luas total tambak sekitar 25 hektare dinilai belum cukup ekonomis untuk menarik investor besar.
“Kalau hanya 25 hektare, tidak ekonomis. Biasanya investor turun kalau sudah ratusan hektare, 300 sampai 500 hektare,” kata Suhardi Duka.
Meski demikian, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan dikaji secara matang sebelum diimplementasikan. Kunjungan ini, menurutnya, menjadi langkah awal untuk mengetahui langsung kondisi riil di lapangan.
“Yang penting hari ini saya tahu situasi dan kondisinya, karena baru kali ini saya berkunjung ke sini,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Suhardi Duka juga mengajak warga untuk tidak pesimis. Ia mengingatkan bahwa perjuangan transmigrasi sejak dahulu penuh tantangan, bahkan pernah menghadapi ancaman penyakit malaria yang merenggut banyak korban.
“Dulu Mamuju dikenal sebagai sarang malaria. Banyak yang meninggal. Tapi yang bertahan, sekarang justru sukses. Ada yang sudah berhaji, pendapatannya puluhan juta per bulan, anak-anaknya jadi anggota DPRD, polisi, tentara,” kenang Suhardi Duka.
Ia pun menutup dengan pesan optimisme kepada warga transmigrasi agar tetap sabar dan terus berjuang menghadapi tantangan ekonomi.
“Setiap perjuangan memerlukan ketahanan dan kesabaran. Insyaallah, orang-orang yang sabar akan diberi jalan keluar,” tutupnya. (rls)





