Mamuju, Mesakada.com — Pembangunan mega proyek Sekolah Rakyat (SR) di Mamuju, terus dikebut. PT Hutama Karya selaku kontraktor bahkan membawa 750 pekerja dari luar menggunakan carteran pesawat.
“Dari sisi tenaga kerja, sebanyak 750 pekerja dimobilisasi melalui charter pesawat untuk memastikan kecukupan sumber daya manusia di lapangan tetap optimal sepanjang pelaksanaan proyek,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris PT Hutama Karya (Persero) Hamdani, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
SR Mamuju terletak di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro. Tepat berada di tengah antara Kantor Gubernur Sulbar dan Kantor TVRI Sulbar. Per 3 Mei 2026, progres fisik pembangunan SR Mamuju telah mencapai 21,66 persen.
Kompleks boarding school terpadu itu berdiri di atas lahan seluas 8,2 hektare dengan total luas bangunan mencapai 41.000 meter persegi.
Dalam pelaksanaannya, PT Hutama Karya juga mengambil material dari luar melalui distribusi jalur laut menggunakan kapal dan tongkang yang bersandar langsung di dermaga.
Sementara suplai beton readymix atau semen cor dipasok dari batching plant dan batching plong atau industri pencampur semen yang berada di sekitar lokasi proyek.
Dari sisi metode kerja, seluruh area proyek dibagi beberapa zonasi yang dilengkapi supervisor dan hi-up crane untuk memastikan ritme pekerjaan tetap terjaga serta pengawasan berjalan optimal.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menegaskan, kualitas konstruksi tetap menjadi fokus utama dalam pembangunan SR.
“Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya, baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun,” tuturnya.
Adapun SR Mamuju dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP hingga SMA.Sumber Daya Pendidikan
Fasilitas yang dibangun meliputi asrama putra dan putri, rumah susun guru, laboratorium, perpustakaan, gedung serbaguna, masjid, kantin, lapangan olahraga serta area lanskap.
Bangunan tersebut juga menerapkan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) untuk meningkatkan ketahanan terhadap gempa bumi mengingat Sulawesi Barat berada di kawasan seismik aktif. (*)







