3.259 Kasus TBC di Sulbar Belum Terdeteksi, Hanya 34 Persen Ditemukan

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar mengungkap masih terdapat 3.259 kasus Tuberkulosis (TBC) yang diperkirakan belum terdeteksi hingga Juni 2026. Angka tersebut mencapai sekitar 65,2 persen dari estimasi total 5.002 kasus TBC di Sulbar.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan hingga pertengahan 2026 baru 1.743 kasus atau 34,8 persen yang berhasil ditemukan dan mendapat pengobatan.

“Baru sekitar 34,8 persen kasus yang berhasil kita temukan dan obati. Sisanya, hampir 65 persen terduga penderita TBC diperkirakan masih beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa mereka bisa menularkan bakteri ini kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya setiap tahun. Oleh karena itu, deteksi dini bukan lagi sekadar program, melainkan urgensi bersama,” kata dr Nursyamsi, Jumat (3/7/2026).

Sementara itu, Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama DKPPKB Sulbar, Harsalim, menjelaskan rendahnya penemuan kasus dipengaruhi minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ketika mengalami batuk lebih dari dua minggu. Selain itu, stigma terhadap penderita TBC juga membuat sebagian orang enggan menjalani pemeriksaan.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemeriksaan TBC kini menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang akurat. Seluruh layanan pemeriksaan maupun pengobatan TBC juga diberikan secara gratis di puskesmas.

DKPPKB Sulbar mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan dan memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC maupun menemukan dugaan kasus di lingkungan sekitar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penemuan kasus untuk menekan penularan dan mendukung target eliminasi TBC di Sulbar. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.