Tobadak, Mesakada.com – Duka menyelimuti keluarga Ahmad Ali Wahid bin Wahid, warga Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, setelah menjadi korban serangan buaya saat mandi di Sungai Batu Sitanduk, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban mandi bersama kakaknya, Sindi, iparnya Wawan, serta keponakannya. Secara tiba-tiba, seekor buaya menerkam korban.
Kakak dan ipar korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan melepaskan korban dari gigitan buaya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Buaya kemudian membawa korban mengikuti aliran sungai selama kurang lebih 45 menit. Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pencarian dan pertolongan hingga korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sejumlah luka akibat serangan buaya ditemukan pada bagian pinggul kiri dan kanan, lengan kiri, serta bagian belakang tubuh korban.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polri bergerak cepat dengan mendatangi rumah duka dan melakukan pengecekan terhadap kondisi korban. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga dan Pemerintah Desa Tobadak untuk memastikan penanganan kejadian berlangsung dengan baik.
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno melalui IPTU Alam Syah mengatakan, kehadiran Polri merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan sekaligus memastikan setiap kejadian yang menyangkut keselamatan masyarakat segera ditindaklanjuti.
“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan setiap kejadian yang menyangkut keselamatan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi sungai yang diketahui berpotensi membahayakan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Mamuju Tengah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tobadak dan instansi terkait untuk mengantisipasi keberadaan buaya di sekitar Sungai Batu Sitanduk.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas mandi, mencuci, maupun kegiatan lainnya di sekitar sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya, terutama pada lokasi yang telah diketahui memiliki risiko serangan satwa liar.
Polri bersama pemerintah desa dan instansi terkait akan terus melakukan koordinasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga sekaligus mencegah terulangnya serangan buaya yang mengancam keselamatan masyarakat.
Warga diminta tidak mengabaikan tanda-tanda keberadaan buaya dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Batu Sitanduk. (*)







