Mamuju, Mesakada.com — Ratusan temuan dalam audit kinerja menjadi alarm serius bagi jajaran Polda Sulbar. Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, menegaskan pentingnya pembenahan perencanaan dan pengorganisasian sebagai kunci meningkatkan kualitas kinerja institusi.
Penegasan itu disampaikan saat menutup kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasda Polda Sulbar Tahap I Tahun Anggaran 2026, Jumat (10/4/26) di Aula Marannu Mapolda.
Audit yang berlangsung hampir sebulan, sejak 9 Maret hingga 6 April 2026, memfokuskan pemeriksaan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian di seluruh Satker dan Satwil jajaran Polda Sulbar.
Dalam sambutannya, Wakapolda menyampaikan apresiasi kepada Irwasda dan tim audit yang dinilai telah bekerja secara profesional, objektif, dan independen. Ia menyebut hasil audit berupa temuan, catatan, dan rekomendasi sebagai kontribusi nyata dalam mendorong perbaikan kinerja organisasi.
Dari hasil audit tersebut, tercatat sebanyak 347 temuan yang tersebar di empat bidang. Bidang manajemen operasional mencatat 88 temuan, manajemen SDM sebanyak 32 temuan, manajemen logistik 104 temuan, serta manajemen keuangan menjadi yang terbanyak dengan 123 temuan.
“Kita menyadari bahwa dalam proses perencanaan dan pengorganisasian masih terdapat beberapa kekurangan dan ketidaksesuaian, baik terkait sinkronisasi dokumen, alokasi anggaran, maupun penguatan fungsi organisasi,” ujar Brigjen Pol Hari Santoso.
Merespons hal itu, ia menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja dan Kepala Satuan Wilayah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh atas setiap temuan yang ada.
Wakapolda menekankan empat langkah utama yang harus dijalankan, yakni percepatan tindak lanjut maksimal 30 hari, peningkatan kualitas perencanaan berbasis kebutuhan riil, penguatan efektivitas organisasi, serta optimalisasi pengendalian internal.
Menurutnya, audit kinerja merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di lingkungan Polri.
“Saya ingatkan, audit bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)





