Mamuju, Mesakada.com — Polda Sulbar resmi menggelar Operasi Keselamatan Marano 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026 di seluruh wilayah Sulbar. Operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam amanatnya mengatakan, Operasi Keselamatan Marano 2026 mengusung tema terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat. Fokus utama operasi adalah menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Berdasarkan evaluasi Operasi Keselamatan Marano 2025, tercatat sebanyak 1.824 pelanggaran lalu lintas, yang didominasi pengendara roda dua,” kata Irjen Pol Adi Deriyan.
Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 36 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka ringan 52 orang, dan kerugian material mencapai Rp78,4 juta.
“Korban kecelakaan tertinggi berasal dari kalangan karyawan atau pekerja swasta, usia 16 hingga 20 tahun, dan didominasi pengendara sepeda motor. Data ini menunjukkan angka pelanggaran lalu lintas masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” sebut Kapolda.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Marano 2026 menyasar berbagai potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata yang dapat menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan yang dilakukan meliputi upaya preemtif melalui pembinaan dan penyuluhan ke sekolah, kampus, serta masyarakat pengguna jalan, hingga langkah preventif berupa penjagaan, pengaturan lalu lintas, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran prioritas yang berisiko fatal.
Melalui operasi ini, Polda Sulbar berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Barat dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan terkait. (*)






