Majene, Mesakada.com – Warga BTN Permata Sari, Lingkungan Talumung, Kelurahan Tande Timur, selama ini hanya mengenal Majid sebagai sosok yang kerap terlihat berolahraga ringan di pagi hari. Namun, beberapa bulan terakhir, ia menghilang. Tak ada yang bertanya, tak ada yang curiga.
Hingga Rabu, 29 Januari, pukul 15.00 WITA, kesunyian itu pecah. Saat anaknya, Deddy Purwanto, datang dari Sidrap untuk menemuinya, pintu rumah terkunci rapat. Tak ada jawaban. Bersama keponakannya, Andi Riki Ridwan Sale, ia meminta bantuan warga untuk membongkar pintu.
Ketika mereka melangkah masuk, aroma kematian tak menyergap hidung, tapi kenyataan di hadapan mereka lebih mencengangkan. Di kamar belakang, Majid terbaring dalam bentuk lain—hanya tersisa tulang belulang.
“Almarhum memang diketahui menderita stroke ringan dan sering berolahraga ringan keluar rumah. Namun beberapa bulan terakhir, almarhum tak lagi terlihat,” ujar Syamsuddin, tetangga korban.
Tak ada yang menyadari kepergiannya. Warga mengira ia pergi bersama istri keduanya. Kehidupan berjalan seperti biasa, sementara Majid telah lama meninggalkan dunia, seorang diri di rumahnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Laurensius Madya Wayne, mengungkapkan bahwa anaknya, Deddy sempat mencoba menghubungi istri kedua korban sebelum datang ke Majene, namun tak mendapatkan kabar. Kekhawatiran akhirnya membawanya ke pintu rumah sang ayah, dan di sanalah ia menemukan kenyataan yang pahit.
Laporan segera disampaikan ke kepala lingkungan dan pihak kepolisian. Sekitar pukul 16.50 WITA, Tim PSC Kabupaten Majene tiba untuk mengevakuasi jasad yang telah lama menunggu ditemukan.
Rumah itu kini tak lagi menyimpan misteri. Hanya sunyi yang masih tertinggal, mengingatkan bahwa di tengah riuhnya dunia, ada yang pergi tanpa sempat berpamitan. (*)





