Suhadi Kandoa’ Serap Aspirasi Warga Eoal Jalan Rusak Saat Reses

oleh

Mamasa, Mesakada.com – Anggota DPRD Sulbar dari Fraksi PKB, Suhadi Kandoa’, menuntaskan kegiatan reses masa sidang III yang berlangsung pada 21–26 Mei 2026. Selama enam hari, ia turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Mambi dan Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa.

Dalam dialog bersama warga, persoalan infrastruktur jalan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Warga Desa Bambang dan Desa Masoso menilai kondisi jalan yang rusak parah telah menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Selain infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan di sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Semua catatan ini akan kami bawa ke DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut harga hasil pertanian dan akses masyarakat menuju sekolah maupun puskesmas,” kata Suhadi Kandoa’.

Usai melaksanakan reses, Suhadi menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) III GP Ansor Kabupaten Mamasa yang digelar di Lantang Kada Nene’, Kelurahan Mambi.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor dan berharap organisasi kepemudaan tersebut terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Selamat atas pelaksanaan Konfercab ke-3. Semoga melahirkan kader-kader terbaik yang siap membangun Mamasa dan menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar dalam organisasi ini,” ujarnya.

Suhadi juga mendorong GP Ansor Mamasa untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan guna membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Kepeduliannya terhadap masyarakat juga ditunjukkan dengan turun langsung ke Kelurahan Minake pascabanjir yang merusak tanggul air minum dan menghancurkan jaringan pipa distribusi air bersih.

Didampingi pengurus DPC PKB Mamasa, Suhadi menyerahkan bantuan kepada warga terdampak melalui perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat, dan ketua RT setempat.

Menurutnya, kerusakan tanggul tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga karena mengganggu pasokan air bersih bagi sekitar 75 kepala keluarga.

“Tanggul yang rusak ini menyangkut kebutuhan pokok 75 kepala keluarga di Minake. Air bersih tidak bisa ditunda. Saya berharap dinas terkait segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan reses hingga kunjungan ke lokasi bencana tersebut menunjukkan komitmen Suhadi Kandoa’ untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Mamasa. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.