Mamuju, Mesakada.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SS) Sulbar mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan publik di era digital.
Arahan ini sejalan dengan penekanan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), terkait kuatnya pengawasan masyarakat saat ini, di mana siapa pun bisa menyampaikan kritik secara terbuka.
Kepala Dinas Kominfo SS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan komunikasi publik kini telah berubah drastis. Masyarakat tidak lagi bergantung pada media konvensional, karena setiap orang memiliki akses untuk merekam, menilai, dan menyebarkan informasi dengan cepat.
“Sekarang semua orang bisa kritik. Bahkan dalam hitungan detik, sebuah kejadian bisa langsung viral di media sosial,” ujar Ridwan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi aparatur pemerintah. Pelayanan yang lambat, tidak transparan, atau menimbulkan keluhan masyarakat sangat rentan menjadi sorotan publik.
Ridwan menegaskan, fenomena viral tidak selalu berdampak positif. Jika yang tersebar adalah hal negatif, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa ikut menurun.
Karena itu, ASN diminta lebih profesional, cermat, serta mengedepankan pelayanan yang cepat, responsif, dan transparan.
“Jangan beri ruang bagi hal-hal yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif. Satu kesalahan kecil saja bisa langsung menyebar luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya. (*)





