Mamuju, Mesakada.com — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat kembali melakukan distribusi semen beku dan nitrogen cair (N₂ cair) untuk mendukung pelayanan Inseminasi Buatan (IB) di daerah.
Pada Senin (9/03/2026), semen beku didistribusikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju sebagai bagian dari upaya peningkatan populasi serta perbaikan mutu genetik ternak sapi di Sulawesi Barat. Adapun jenis semen beku yang disalurkan terdiri dari beberapa bangsa sapi unggul, yakni Angus, Simental, Limousin, Bali, Wagyu, Brahman, Madura, dan Peranakan Ongole (PO).
Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi menyampaikan bahwa distribusi semen beku merupakan langkah strategis dalam mendukung program peningkatan populasi ternak sekaligus memperbaiki kualitas genetik sapi milik peternak.
“Melalui penyediaan semen beku dari berbagai bangsa sapi unggul ini, diharapkan pelayanan inseminasi buatan kepada peternak dapat berjalan lebih optimal. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan produktivitas ternak dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan sektor pertanian dan peternakan sebagai salah satu sektor strategis dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DTPHP Provinsi Sulawesi Barat Nur Kadar menjelaskan bahwa ketersediaan semen beku dan nitrogen cair sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan inseminasi buatan di kabupaten/kota.
“Selain semen beku, nitrogen cair juga sangat penting karena berfungsi untuk menjaga kualitas semen beku selama penyimpanan di kontainer. Dengan ini, para inseminator di Kabupaten Mamuju dapat terus memberikan pelayanan IB kepada peternak secara maksimal,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada para peternak di Kabupaten Mamuju untuk memanfaatkan layanan inseminasi buatan yang tersedia dengan segera melaporkan kepada inseminator apabila ternaknya menunjukkan tanda-tanda birahi.
Melalui distribusi ini, diharapkan program peningkatan populasi ternak sapi di Sulawesi Barat terus berjalan dengan baik sehingga mampu mendukung ketersediaan protein hewani, meningkatkan pendapatan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)






