Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar memastikan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 akan digelar pada 26 hingga 27 September mendatang. Lomba perahu tradisional khas Mandar itu menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Barat sekaligus masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).
Kepastian jadwal tersebut ditetapkan dalam rapat persiapan yang dipimpin Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, bersama Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, Rabu (5/8/2026).
Syamsul Samad mengatakan, rapat difokuskan untuk memfinalkan seluruh kesiapan penyelenggaraan, mulai dari peserta, lintasan lomba hingga pembagian tugas antar pemerintah daerah.
“Baru saja kami menyelesaikan pertemuan dengan para pemilik perahu sandeq atau calon peserta Sandeq Silumba 2026 bersama Dispoparekraf Sulbar, Pemkab Polman dan Pemkab Majene,” kata Syamsul.
Ia menjelaskan, formulir pendaftaran beserta surat pernyataan kesediaan mengikuti perlombaan telah mulai didistribusikan kepada para pemilik perahu. Jumlah peserta yang akan berlaga dipastikan setelah penutupan pendaftaran pada 10 Agustus mendatang.
“Hari ini formulir sudah kami edarkan. Senin, 10 Agustus nanti, kami akan mengetahui berapa peserta yang resmi mendaftar Sandeq Silumba tahun ini,” ujarnya.
Sandeq Silumba tahun ini akan berlangsung dalam dua etape. Etape pertama dimulai dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang, sedangkan etape kedua dilanjutkan dari Pamboang hingga finis di Pantai Bahari Polewali yang sekaligus menjadi lokasi penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, mengatakan seluruh pihak kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan berbagai kebutuhan teknis agar pelaksanaan berjalan sesuai jadwal.
“Pertemuan hari ini bertujuan memfinalkan seluruh rencana pelaksanaan Sandeq Silumba. Kami berharap dua kabupaten segera mematangkan seluruh persiapan karena waktu yang tersedia sudah cukup singkat,” katanya.
Menurut Bau Akram, pembagian tanggung jawab penyelenggaraan juga telah disepakati. Pemerintah Provinsi menangani pelaksanaan kegiatan di laut, sementara pemerintah kabupaten bertanggung jawab pada rangkaian acara pembukaan dan penutupan.
Ia menambahkan, status Sandeq Silumba sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara menjadi perhatian khusus. Pemprov Sulbar telah menyampaikan jadwal pelaksanaan kepada Kementerian Pariwisata yang dijadwalkan hadir memantau langsung jalannya kegiatan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga seluruh pelaksanaan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kami ingin mempertahankan Sandeq Silumba sebagai bagian dari KEN pada tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (*)






