Mamuju, Mesakada.com — Ketua DPW PKS Sulbar, Yuki Permana meminta Partai NasDem Sulbar tidak kembali meninggalkan forum pembahasan calon wakil gubernur (Cawagub) Sulbar. Ia berharap seluruh partai pengusung tetap berada dalam satu meja hingga proses penentuan dua nama selesai.
Pernyataan itu disampaikan Yuki menjelang rapat koalisi yang dijadwalkan berlangsung Kamis, pekan ini. Rapat tersebut diagendakan untuk membahas sekaligus menentukan dua nama calon wakil gubernur yang akan diusulkan ke Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).
“Saya harap NasDem jangan lagi walk out, kita mau jaga semua,” kata Yuki, Minggu (20/9/2026).
Menurut Yuki, setiap partai pengusung tentu memiliki kepentingan dalam proses penentuan wakil gubernur. Namun, perbedaan kepentingan tersebut tidak seharusnya membuat proses pembahasan terhenti.
Ia meminta seluruh partai memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan pandangan dan membahas nama calon secara bersama-sama. Menurutnya, kepentingan masyarakat Sulbar harus tetap menjadi pertimbangan dalam proses tersebut.
“Memang partai itu punya kepentingan, tapi kita jangan mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Kita berhati besar untuk duduk bersama membicarakan itu,” ujarnya.
Yuki mengatakan, PKS sendiri terbuka terhadap seluruh nama yang akan dibahas dalam forum koalisi. Di sisi lain, PKS juga telah memiliki kader yang dinilai memenuhi kriteria dan mendapatkan rekomendasi dari DPP PKS untuk diusulkan.
Ia menyebut kader tersebut memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Polewali Mandar (Polman) selama dua periode dan anggota DPRD Sulbar satu periode. Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal pengalaman dalam pemerintahan.
Terkait mekanisme penentuan, Yuki mengatakan koalisi akan terlebih dahulu mengupayakan mufakat. Jika kesepakatan tidak tercapai, mekanisme voting dapat digunakan sesuai aturan.
“Kalau toh tidak juga mencapai kesepakatan, saya pikir Insya Allah pertemuan kali ini sudah ada,” kata Yuki.
Ia berharap seluruh partai pengusung hadir dalam rapat Kamis dan menyelesaikan proses penentuan dua nama tanpa kembali terjadi perpecahan dalam forum. (*)





