Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar bersama Dewan Pengarah Sandeq Silumba menggelar dialog dengan para passandeq dan pemilik perahu di Rumah Putih Palippis untuk membahas pelaksanaan Sandeq Silumba tahun 2026 di tengah keterbatasan anggaran.
Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri hampir seluruh passandeq dan pemilik perahu yang diperkirakan mencapai sekitar 95 perahu.
“Pertemuan ini untuk meminta masukan dan pandangan dari para passandeq terkait bagaimana pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini, karena ada tantangan yang kita hadapi,” kata Syamsul, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal yang dialami pemerintah menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan event budaya dan wisata bahari tersebut. Di sisi lain, jumlah peserta yang ingin mengikuti Sandeq Silumba justru meningkat signifikan.
“Tahun lalu sekitar 55 perahu, sementara tahun ini yang mendaftar mencapai sekitar 95 perahu. Artinya hampir dua kali lipat jumlah peserta yang akan ikut, di tengah anggaran yang sedikit,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, sejumlah passandeq mengusulkan perubahan format pelaksanaan. Beberapa peserta mengusulkan agar lomba tidak digelar secara maraton dari Polewali Mandar hingga Mamuju seperti tahun sebelumnya, melainkan menggunakan rute yang lebih pendek, seperti model segitiga di wilayah Majene dan Polewali Mandar atau hanya menempuh rute Polewali-Majene maupun sebaliknya.
“Tahun ini tentu pelaksanaannya tidak bisa semaksimal tahun lalu yang sangat sukses, lancar, dan megah. Jadi kita semua harus saling memahami kondisi yang ada,” tutur Syamsul.
Ia menambahkan, seluruh masukan yang disampaikan akan dibahas lebih lanjut bersama Pemprov Sulbar melalui Dinas Pariwisata serta pemerintah daerah terkait untuk menentukan skema terbaik pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen melaksanakan Sandeq Silumba karena telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Kita harus melaksanakan kegiatan ini dengan baik karena Sandeq Silumba sudah masuk Karisma Event Nusantara,” katanya.
Menurutnya, dialog dengan para passandeq menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran serta aspirasi para peserta.
“Yang utama hari ini adalah dialog antara passandeq dengan pemerintah provinsi. Berbagai usulan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan nantinya,” pungkasnya. (*)





