Mamasa, Mesakada.com – Sebuah rumah panggung berbahan kayu milik Bala S. (70), warga Dusun Malimbong, Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, hangus dilalap api pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh bangunan beserta isi rumah tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Berdasarkan keterangan saksi, Daniel (51), yang merupakan menantu korban, kebakaran diketahui sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu ia sedang menonton pertandingan Piala Dunia di rumah tetangga bersama sejumlah warga. Sementara itu, istri dan anaknya yang berada di rumah korban keluar sebentar dan mendapati api sudah berkobar di bagian depan rumah.
Daniel kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Masyarakat sekitar langsung berdatangan untuk mengevakuasi Bala S. beserta anak dan cucunya yang masih berada di dalam rumah. Warga juga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api dengan cepat melalap seluruh bangunan.
Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 03.30 Wita. Namun saat petugas datang, rumah panggung tersebut sudah rata dengan tanah akibat dilalap api. Korban kini mengungsi sementara di rumah menantunya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kapolsek Sumarorong, IPTU M. Isfan Fajar Satrio mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting arus listrik di bagian teras rumah.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah. Menurutnya, masih banyak warga yang memasang instalasi listrik secara mandiri tanpa mengikuti standar keselamatan, sehingga berisiko menimbulkan korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Polsek Sumarorong melalui Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, menggunakan peralatan elektronik sesuai standar, serta memastikan kondisi dapur dan sumber api dalam keadaan aman, terutama pada rumah yang masih berbahan kayu.







