Mamuju, Mesakada.com — Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat, Ismi Ulfaida, berhasil menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026. Ismi ikut tampil di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/8/2026).
Siswi berusia 16 tahun asal Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, itu menjadi satu dari 76 putra-putri terbaik yang terpilih dari 38 provinsi di Indonesia.
Ismi juga mencatat sejarah sebagai siswi SR pertama yang berhasil lolos sebagai Paskibraka Nasional.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka ikut mengapresiasi capaian Ismi Ulfaida. Menurut dia, apresiasi patut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kesempatan yang diberikan SR kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan potensi mereka.
“Saya kira itu apresiasi yang sangat baik karena itulah dia memang hampir kalau tidak ada sekolah rakyat mungkin susah ke sana. Tapi karena ada sekolah rakyat, dia berada di sekolah rakyat, dia berada di desil 1, desil 2. Jadi apresiasi itu perlu, saya juga akan beri apresiasi,” kata SDK, usai menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan, di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Senin (17/8/2026).
Rasa bahagia juga terpancar dari Ismi setelah pengumuman resmi kelulusannya pada 22 Juni lalu. Anak ketiga pasangan Rahman dan Suburia itu mengaku sebelumnya belum pernah menjadi anggota pasukan pengibar bendera.
Ia baru mengenal dan mendalami dunia baris-berbaris ketika bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar.
Saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), Ismi tidak pernah menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di sekolahnya. Namun, kesempatan itu mulai terbuka setelah ia menjadi siswa SR.
Di sekolah tersebut, Ismi mulai mengenal kegiatan baris-berbaris melalui ekstrakurikuler Pramuka. Dari pengalaman itu, minat dan kemampuannya terus berkembang hingga akhirnya mengantarkannya menjadi Paskibraka Nasional.
Keberhasilan Ismi menjadi Paskibraka Nasional sekaligus menunjukkan bahwa akses pendidikan dan pembinaan yang tepat dapat membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk berprestasi di tingkat nasional. (*)





