Polewali, Mesakada.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengusulkan rehabilitasi Terminal Wonomulyo. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Pemprov Sulbar dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 8 miliar.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Polman, Andi Afandi Rahman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan perencanaan rehabilitasi Terminal Wonomulyo. Dokumen perencanaan tersebut kemudian diusulkan kepada Pemprov Sulbar untuk mendapat dukungan pendanaan.
“Ada, kita sudah bikin perencanaannya di sana untuk rehabilitasinya. Tapi tidak apa-apa kalau bertahap, tidak ada masalah,” kata Afandi kepada Mesakada.com saat ditemui di kantornya, Rabu (16/9/2026).
Afandi mengatakan, rehabilitasi terminal tidak harus dilakukan sekaligus. Pemkab Polman membuka kemungkinan pengerjaan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran dan sumber pendanaan yang tersedia.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk membenahi Terminal Wonomulyo diperkirakan berada di kisaran Rp5 miliar hingga Rp8 miliar. Sejumlah fasilitas yang dinilai membutuhkan penanganan antara lain jalan di dalam kawasan terminal, drainase hingga kios-kios.
Usulan rehabilitasi tersebut, kata Afandi, telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Pemkab Polman juga telah melengkapi dan menyampaikan berkas yang dibutuhkan kepada Gubernur Sulbar.
Selain mengajukan usulan secara resmi, Disperkimtanhub Polman juga membangun komunikasi dengan sejumlah anggota DPRD Sulbar dari daerah pemilihan Polman. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapat dukungan terhadap rencana pembenahan Terminal Wonomulyo.
“Kita sudah komunikasi awal dengan anggota DPR Dapil Polman yang masuk di provinsi. Dan mereka semua respons,” ungkapnya.
Afandi mengatakan, meski Terminal Wonomulyo merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, Pemkab Polman tetap melakukan konsultasi terkait rencana rehabilitasi tersebut, termasuk dengan Bupati Polman.
Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam membiayai seluruh kebutuhan rehabilitasi. Karena itu, Pemkab Polman berupaya mencari sumber pendanaan lain agar pembenahan terminal dapat direalisasikan.
“Karena keterbatasan anggaran kita di sini. Saya berusaha cari sumber-sumber pendanaan yang bisa mengintervensi apa-apa yang mesti dibenahi di Terminal Wonomulyo,” ujarnya.
Terminal Wonomulyo sendiri dibangun sejak 2005 dan sebelumnya diharapkan menjadi pusat aktivitas angkutan umum di wilayah Wonomulyo. Namun, hingga kini aktivitas kendaraan dan penumpang di terminal tersebut masih minim sehingga fungsi terminal belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Afandi berharap rehabilitasi nantinya dapat menghidupkan kembali fungsi Terminal Wonomulyo sebagai pusat aktivitas angkutan umum. Ia menargetkan fasilitas tersebut setidaknya dapat mendekati kondisi Terminal Simbuang di Kabupaten Mamuju, sehingga kendaraan angkutan umum dapat kembali terpusat di dalam terminal.
“Karena tahun ini baru kita bersurat. Paling pembahasannya baru tahun ini, mudah-mudahan bisa realisasi tahun depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski rehabilitasi belum dapat dilakukan tahun ini, Pemkab Polman tetap berupaya agar Terminal Wonomulyo kembali beroperasi. Pemkab juga berharap Pemprov Sulbar memberi perhatian terhadap terminal tipe C tersebut.
“Bagaimana bisa ada perhatian Pemprov ke kabupaten dalam hal penanganan terminal tipe C yang ada di Wonomulyo,” pungkasnya. (*)







