Mamuju, Mesakada.com — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga di Kabupaten Mamuju menjelang Hari Iduladha 1447 Hijriah. Di sejumlah pangkalan dan kios pengecer, gas subsidi tersebut sulit didapatkan, bahkan jika tersedia harganya melonjak hingga Rp35 ribu per tabung.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling mencari gas melon karena stok di beberapa pangkalan cepat habis. Kondisi itu memicu kenaikan harga di tingkat pengecer yang dinilai sudah tidak wajar dan memberatkan masyarakat.
Pemkab Mamuju pun telah meminta penambahan stok elpiji 3 kilogram untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, membenarkan adanya kelangkaan gas subsidi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Iduladha. Menurutnya, Pemkab Mamuju sudah berkoordinasi untuk meminta tambahan kuota distribusi pada H-2 dan H-1 Iduladha agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.
“Pemkab sudah meminta tambahan kuota di H-2, sehingga H-1 Iduladha kebutuhan warga bisa terpenuhi,” kata Yuki, Sabtu (23/5/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli secara berlebihan karena pemerintah terus berupaya memastikan distribusi tetap berjalan. Selain itu, Yuki meminta seluruh pihak, termasuk pengecer dan distributor, agar tidak melakukan penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan dan memicu kenaikan harga di pasaran.
“Kami harap semua pihak menahan diri, jangan ada penimbunan dan masyarakat juga jangan panic buying. Kita ingin distribusi tetap normal dan kebutuhan warga bisa terpenuhi,” tambahnya.
Pemkab Mamuju juga disebut akan terus memantau distribusi elpiji subsidi di lapangan untuk memastikan pasokan tambahan benar-benar sampai ke masyarakat. (*)





