Pegawai PNM Mamasa Sering Cairkan Uang Diam-Diam Pakai Data Nasabah

oleh

Mamasa, Mesakada.com — Kebobrokan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Mamasa semakin terbuka. Seorang warga bernama Merlianti juga mengaku dirugikan setelah namanya tercatat memiliki tunggakan pinjaman. 

Padahal Merlianti merasa tidak pernah lagi mengajukan pinjaman di PNM Mamasa sejak tahun 2020. Kasus tersebut baru diketahui korban saat mengajukan kredit di Bank BRI. 

Saat proses pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), nama korban disebut berstatus merah karena tercatat memiliki pinjaman sebesar Rp 3,5 juta yang dicairkan pada tahun 2024.

Merlianti menegaskan, dirinya memang pernah mengambil pinjaman di PNM pada tahun 2020 dan telah menyelesaikan seluruh angsuran. Ia bahkan mempertanyakan jika disebut masih memiliki tunggakan.

“Kalau angsuran saya tidak lunas itu tidak masuk akal, karena setiap minggu penagih tidak pernah pulang kalau pembayaran belum cukup,” kata Merlianti, Jumat (29/5/2026).

Setelah mengetahui namanya bermasalah di OJK, korban kemudian mendatangi kantor PNM untuk meminta penjelasan terkait siapa yang mencairkan pinjaman menggunakan data dirinya, termasuk nama kelompok pencairan. Namun menurutnya, pihak kantor tidak memberikan informasi tersebut.

Korban juga mempertanyakan proses pencairan pinjaman yang seharusnya dilakukan langsung oleh yang bersangkutan dan disertai dokumentasi foto saat pencairan.

“Setahu saya kalau pencairan harus ada orangnya dan ada foto saat pencairan. Tapi ini tidak ada. Artinya saya curiga ada pegawai yang menggunakan data saya untuk mengambil uang,” katanya.

Akibat status kredit bermasalah tersebut, korban mengaku kesulitan mengakses layanan perbankan karena namanya telah masuk catatan negatif di OJK.

“Nama yang sudah merah di OJK tidak bisa dilayani kredit dalam bentuk apa pun. Itu baru bisa hilang kalau tunggakannya dilunasi,” tutupnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.