Mamuju, Mesakada.com – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) menyiapkan skema lanjutan bagi penerima bantuan bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Selain memperoleh bantuan perbaikan rumah, warga juga akan difasilitasi mendapatkan sertifikat gratis hingga akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong peningkatan kesejahteraan.
Hal itu disampaikan SDK saat menghadiri ramah tamah Hari Jadi ke-486 Mamuju di Kantor Bupati Mamuju, Selasa (14/7/2026). SDK mengatakan, Pemprov Sulbar telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar rumah yang telah direhabilitasi dapat langsung disertifikatkan, selama kepemilikan lahannya memiliki dokumen yang sah.
“Saya sudah bicara dengan Kepala BPN supaya rumah yang telah kita rehab itu langsung diberikan sertifikat. Sepanjang data kepemilikannya jelas, BPN menyanggupi,” kata SDK.
Tak berhenti pada bantuan fisik rumah, SDK mengungkapkan pihaknya juga membahas program lanjutan bersama pemerintah pusat, agar penerima bantuan yang memiliki potensi usaha bisa memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 juta hingga Rp100 juta.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup setelah memiliki rumah yang layak.
“Ketika mereka mendapatkan bantuan perumahan dan punya peluang untuk bekerja atau berusaha, kita kasih KUR Rp50 juta sampai Rp 100 juta. Jadi kita bantu rumahnya, kita kasih sertifikat rumahnya, lalu kita kasih modal usaha. Saya yakin mereka bisa keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
SDK menegaskan, strategi pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga harus dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, Pemprov Sulbar terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan lebih banyak program pembangunan di daerah, termasuk di sektor pertanian, perikanan, dan perumahan.
“Walaupun anggaran daerah kita terbatas, anggaran yang masuk ke Sulawesi Barat tetap ada karena komunikasi dengan pemerintah pusat berjalan baik. Setiap kita meminta dengan pendekatan yang baik, selalu diberikan perhatian,” tutupnya. (*)





