Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, mengambil langkah konkret untuk melestarikan bahasa Mamuju dengan mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) menggunakan bahasa Mamuju setiap hari Selasa. Selain itu, bahasa Mamuju juga akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Mamuju agar tidak terancam punah.
Komitmen tersebut disampaikan Sutinah saat peringatan Hari Jadi ke-486 Kabupaten Mamuju, di Kantor Bupati Mamuju, Senin (14/7/2026). Menurutnya, peringatan hari jadi daerah tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus melahirkan kebijakan yang berdampak bagi pelestarian identitas daerah.
“Tentu kita tidak ingin larut hanya pada kegiatan seremoni yang akan meninggalkan esensi Hari Jadi Mamuju. Oleh sebab itu, kita akan mengambil langkah konkret untuk terus membumikan sejumlah warisan dan identitas daerah, salah satunya dengan melestarikan bahasa Mamuju,” ujar Sutinah.
Ia mengungkapkan, Pemkab Mamuju telah menyiapkan buku pelajaran bahasa Mamuju yang akan diadaptasi ke dalam kurikulum belajar siswa SD dan SMP, sesuai kewenangan pemerintah kabupaten di bidang pendidikan.
Tak hanya diajarkan di sekolah, penggunaan bahasa Mamuju juga akan diaktualisasikan melalui gerakan “Taki Maqbahasa Mamuju” yang dilaksanakan setiap hari Selasa di seluruh sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta seluruh kantor pemerintah daerah.
“Kita harapkan dengan kebiasaan yang kita lakukan, kita ikut melestarikan bahasa Mamuju sehingga bahasa kita ini tidak termasuk dalam bahasa yang terancam punah akibat tidak lagi ada penuturnya,” katanya.
Sutinah mengatakan kebijakan tersebut akan mulai diterapkan setelah peluncuran resmi program pada pekan depan. Ia berharap seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi contoh dengan menggunakan bahasa Mamuju dan mengajak seluruh ASN mengikuti kebijakan tersebut.
“Kita berharap setiap hari Selasa kepala OPD bisa berbahasa Mamuju dan meneruskannya kepada ASN-ASN-nya,” ujarnya.
Menurut Sutinah, Mamuju merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari Sulawesi Selatan, Jawa, Lombok, hingga Bali. Karena itu, mengenalkan bahasa daerah kepada seluruh ASN dinilai penting sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Mamuju.
“Apabila mereka mengenal bahasa Mamuju dan bisa berbahasa Mamuju, saya yakin jiwanya akan cinta Mamuju,” ucapnya.
Sutinah juga meminta dukungan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbae) agar pelestarian bahasa Mamuju diperluas hingga jenjang SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ia berharap bahasa Mamuju dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah menengah atas yang berada di Kabupaten Mamuju.
Dalam kesempatan itu, Sutinah menjelaskan peringatan Hari Jadi ke-486 Mamuju mengusung tema “Mamuju Marendeng”, yang dimaknai sebagai doa dan harapan bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut rangkaian peringatan tahun ini dibuat lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti aksi peduli lingkungan, kegiatan sosial, Expo UMKM, Manakarra Fair, hingga lomba permainan tradisional bagi ASN.
Selain itu, untuk pertama kalinya upacara Hari Jadi Mamuju digelar di halaman Kantor Bupati dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan dilaksanakan secara terbuka sebagai upaya menghadirkan peringatan yang lebih inklusif tanpa mengurangi nilai kesakralannya. (*)





