Pasar Galung Mamasa Dikeluhkan Warga, Jalan Becek hingga Sampah Menumpuk

oleh

Mamasa, Mesakada.com – Kondisi Pasar Tradisional Galung di Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, menuai keluhan dari masyarakat. Warga menilai fasilitas dan kebersihan pasar kurang mendapat perhatian sehingga mengganggu aktivitas jual beli.

Salah seorang warga, Wuxiono, mengaku prihatin dengan kondisi pasar yang dinilai tidak terurus. Menurutnya, pengunjung harus berjalan di jalanan yang becek saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Kasihan masyarakat yang datang untuk mencukupi kebutuhannya, namun mereka berjalan seperti di sawah karena jalanan becek. Seolah tidak ada lagi perhatian dari pihak pengelola,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Selain kondisi jalan, Wuxiono juga menyoroti persoalan kebersihan pasar. Ia menyebut sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik dan mengurangi kenyamanan masyarakat saat bertransaksi.

“Sampah bertumpuk di mana-mana. Harusnya pengelola menyediakan tempat sampah atau memikirkan solusi agar masyarakat lebih nyaman dalam bertransaksi,” lanjutnya.

Warga berharap pemerintah dan pengelola pasar segera melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun pengelolaan kebersihan. Mereka menilai kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Masyarakat juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kebersihan di fasilitas publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta ketentuan mengenai penataan dan pembinaan pasar rakyat.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mamasa belum memberikan tanggapan saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait keluhan tersebut. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.