Mamuju, Mesakada.com — Mobil tangki milik Pertamina yang mengangkut 13 ton gas LPG terguling di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar. Kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan dari Makassar menuju SPBE Belang-Belang di Kecamatan Kalukku.
Kasat Lantas Polresta Mamuju AKP Agussalim mengatakan, kecelakaan terjadi saat mobil tangki melintas di ruas Jalan Tadui yang memiliki tikungan berbentuk S. Saat memasuki tikungan pertama, pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan hingga menabrak sisi jalan.
“Mobil dari Makassar menuju SPBE Belang-Belang di Kalukku. Saat di Jalan Tadui, jalan lurus masuk ke tikungan S, di tikungan pertama pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan sehingga menabrak sisi jalan dan mengambil haluan ke kiri,” kata AKP Agussalim, Rabu (9/9/2026).
Setelah itu, mobil tangki masuk ke tikungan kedua. Kondisi kendaraan semakin tidak stabil hingga akhirnya terguling di badan jalan. “Masuk ke tikungan kedua, mobil tidak stabil sehingga akhirnya terguling,” ujarnya.
Meski mengalami kecelakaan, kondisi kedua pengemudi yang berada di dalam kendaraan tersebut dipastikan aman. Pengemudi utama maupun pengemudi cadangan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera serius akibat kejadian tersebut.
Mobil tangki yang terguling itu mengangkut LPG dengan kapasitas sekitar 13 ton. Sementara berat kendaraan secara keseluruhan mencapai sekitar 22 ton, sehingga proses evakuasi membutuhkan crane dengan kapasitas angkat yang lebih besar.
Upaya evakuasi telah dilakukan pada malam hari menggunakan crane. Namun, proses tersebut tidak berhasil karena alat yang tersedia hanya memiliki kapasitas angkat sekitar 9 ton.
“Sudah dicoba dievakuasi malam hari, tetapi tidak bisa karena kapasitas crane hanya 9 ton, sementara mobil tangki sekitar 22 ton,” jelas AKP Agussalim.
Proses evakuasi juga menghadapi kendala lain karena terdapat jalur listrik di sekitar lokasi. Selain itu, posisi kendaraan berada di titik tikungan S sehingga lokasi tidak memungkinkan untuk menempatkan crane secara optimal. Saat ini, evakuasi masih menunggu crane dengan kapasitas lebih besar yang didatangkan dari Makassar.
Sementara proses evakuasi menunggu alat berat tiba, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi masih aman dan terkendali. Personel Satlantas Polresta Mamuju juga tetap bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan proses penanganan kendaraan berjalan aman. (*)






