Jakarta, Mesakada.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan bantuan 136 unit alat kesehatan senilai Rp 355 miliar untuk memperkuat layanan kesehatan di Sulbar. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan kapasitas layanan rujukan dan kesehatan dasar di daerah.
Informasi itu disampaikan dalam audiensi antara Pemprov Sulbar bersama para kepala daerah se-Sulbar dengan Wakil Menteri Kesehatan RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam paparannya, Kemenkes menjelaskan bantuan alat kesehatan tersebut disalurkan melalui program Strengthening of Indonesia Healthcare Referral Network (SIHREN), Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), dan Indonesia Public Health Laboratory System Strengthening (InPULS).
Bantuan senilai Rp 355 miliar itu difokuskan untuk mendukung pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang menjadi prioritas penguatan sistem kesehatan nasional.
Selain bantuan alat kesehatan, Kemenkes juga memastikan penguatan laboratorium kesehatan masyarakat di Sulbar. Alat kesehatan untuk Labkesmas Tingkat II di Kabupaten Pasangkayu, Mamuju, dan Mamasa direncanakan mulai disalurkan pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menyambut positif dukungan tersebut. Menurutnya, bantuan pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sulbar yang masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana, prasarana, dan tenaga kesehatan.
Dalam pertemuan itu, Kemenkes juga mengingatkan pemerintah daerah agar memperkuat tata kelola rumah sakit dan pelaporan melalui aplikasi ASPAK. Data yang tercatat dalam sistem tersebut menjadi salah satu dasar penilaian pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan kesehatan ke daerah.
Dukungan alat kesehatan bernilai ratusan miliar rupiah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sulbar, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah. (*)







