Majene, Mesakada.com — Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Awo Kecamatan Tammero’do dan Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, rusak parah dan mengancam keselamatan warga yang melintas.
Kerusakan terlihat pada lantai jembatan yang terbuat dari kayu. Sebagian besar papan pijakan telah lapuk, patah, bahkan beberapa di antaranya hancur sehingga menyisakan celah yang berbahaya bagi pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan.
Guru SD Negeri 37 Peledoang, Desa Panggalo, Ulumanda, Budi Hermawan mengatakan, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Tammero’do dan Ulumanda. Dirinya hampir setiap hari melewati jembatan tersebut.
“Hingga saat ini belum tersedia jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari,” kata Budi, Kamis (11/6/2026).
Budi menyebut, kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan saat musim hujan. Sungai yang berada di bawah jembatan kerap mengalami peningkatan debit air secara tiba-tiba akibat cuaca yang tidak menentu.
“Dalam kondisi banjir, masyarakat tidak memiliki pilihan selain menggunakan jembatan tersebut untuk menyeberang,” jelasnya.
Budi berharap Pemkab Majene segera melakukan perbaikan atau rehabilitasi terhadap jembatan gantung tersebut. Perbaikan dinilai mendesak mengingat kondisi kayu yang sudah lapuk dan tidak lagi layak digunakan sebagai lantai jembatan. (ajs)






