Majene, Mesakada.com — Ancaman isolasi membayangi warga Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Akibat hujan deras yang mengguyur pada Kamis sore, 14 Mei, membuat akses utama penghubung Ulumanda–Salutambung rusak parah dan nyaris putus.
Sejumlah titik badan jalan tampak retak, tergerus, dan sebagian menggantung di bibir jurang. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tak lagi berani melintas. Saat ini, jalur itu hanya bisa dilewati sepeda motor dengan risiko tinggi.
Warga khawatir, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, jalan tersebut akan amblas total dan memutus satu-satunya akses vital masyarakat menuju pusat pelayanan.
“Sekarang memang masih bisa dilewati motor, tapi sangat berbahaya. Jalan sudah retak dan bisa longsor kapan saja. Kalau hujan deras turun lagi, kami yakin jalan ini akan putus total,” kata pemuda Desa Popenga, Ahmad Ridha.
Kerusakan jalan itu bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jika akses benar-benar terputus, ribuan warga Ulumanda terancam terisolasi. Mobilitas masyarakat menuju puskesmas, pasar, sekolah, hingga layanan pemerintahan dipastikan terganggu.
Aktivitas ekonomi warga juga terancam lumpuh karena distribusi barang dan hasil pertanian bakal sulit dilakukan. Kondisi ini membuat masyarakat mulai cemas terhadap dampak yang lebih luas apabila penanganan tidak segera dilakukan.
Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kerusakan bertambah parah. Mereka meminta langkah cepat dilakukan agar akses utama tersebut tidak benar-benar amblas.
Menurut warga, penanganan darurat sangat dibutuhkan mengingat kondisi jalan terus bergerak dan rawan longsor setiap kali diguyur hujan deras.
“Kami berharap pemerintah jangan tunggu putus total dulu baru ada tindakan. Ini akses satu-satunya masyarakat,” ujar seorang warga lainnya.(*)







