Mamuju, Mesakada.com — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menargetkan tidak ada lagi siswa di Sulbar yang lulus sekolah tanpa menuntaskan bacaan 20 buku. Bahkan, jumlah buku yang wajib dituntaskan siswa ditargetkan meningkat menjadi 30 buku pada 2029.
Target tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan Sulbar Mandarras yang terus didorong Pemprov Sulbar. Hal itu disampaikan SDK saat menghadiri pembukaan Festival Literasi Sulbar 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Prof. E. Aminudin Aziz. di Gedung Perpustakaan Sulbar, Selasa (15/9/2026).
SDK menegaskan literasi dan Mandarras merupakan bagian penting dalam membangun masa depan Sulbar. Ia juga mengapresiasi dukungan Perpusnas terhadap gerakan literasi di Sulbar, termasuk melalui program KKN Tematik Literasi.
“Oke, bagus sekali. Saya kira kata kuncinya, literasi dan mandarras adalah kunci masa depan. Dan saya banyak dibantu oleh Pak Prof. Aminudin terhadap gerakan literasi di Provinsi Sulbar. Termasuk KKN tematik tadi, itu sangat membantu sekali,” kata SDK.
Menurut SDK, penerapan Gerakan Mandarras selama setahun telah diarahkan pada peningkatan kebiasaan membaca siswa. Tahun ini, ia menegaskan tidak ada lagi siswa yang lulus tanpa membaca 20 buku.
“Pokoknya terus. Kalau memangnya semakin kita lihat siswa agak ringan 20 buku, kita akan jadikan 30 buku,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Perpusnas RI Prof. E. Aminudin Aziz mengatakan Festival Literasi Sulbar merupakan bagian dari program jangka panjang Perpusnas bersama pemerintah daerah untuk menggerakkan budaya literasi di masyarakat dan sekolah.
Festival tersebut melibatkan siswa dari jenjang TK hingga SMA dalam berbagai kegiatan berbasis buku, seperti lomba menggambar, resensi buku dan bertutur. Perpusnas juga mendukung Gerakan Sulbar Mandarras melalui penyediaan buku dan program KKN Tematik Literasi.
“Kita buat program KKN Tematik Literasi, bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di sini. Memang kali ini baru dua perguruan tinggi. Melalui 65 lokus artinya sudah ada 650 mahasiswa paling tidak. Bahkan bisa sampai seribu. Seribu mahasiswa bergerak di desa, mengawal buku, membaca gerakan literasi. Ini akan membangun kesadaran masyarakat di desa tentang pentingnya membaca,” ujar Prof. Aminudin.
Program tersebut akan melibatkan sedikitnya 650 mahasiswa pada 65 lokus di Sulbar. Perpusnas juga menyiapkan program relawan literasi, yang saat ini telah memiliki lima relawan di Sulbar.
Selain itu, bantuan buku untuk desa dan taman baca masyarakat akan kembali dijalankan mulai 2027. Prof. Aminudin berharap berbagai program tersebut dapat memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kecakapan literasi masyarakat Sulbar. (*)







