Polman, Mesakada.com — Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun berinisial R ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran induk pengairan sawah di Dusun Mapilli, Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Korban yang merupakan pelajar TK tersebut diduga masuk ke saluran irigasi saat luput dari pengawasan keluarga. Namun, hingga polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), belum ada saksi yang melihat secara langsung saat korban terjatuh atau masuk ke dalam saluran air.
Peristiwa tersebut diketahui setelah keluarga menyadari korban tidak berada di rumah. Sebelumnya, korban berada bersama kakeknye, Abd. Rahman, di rumah setelah salat Zuhur. Keduanya kemudian tidur siang.
Saat terbangun, kakek korban mendapati R sudah tidak berada di rumah. Tidak lama kemudian, warga mendapat informasi dari seorang pemulung yang melintas mengenai adanya anak yang diduga tenggelam di saluran irigasi.
Warga kemudian melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA dalam kondisi tidak bernyawa. Ayah korban, Andi, yang mendapat informasi tersebut segera menuju lokasi dan mendapati anaknya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dibawa keluarga ke Puskesmas Batupanga untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Mapilli Barat yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi penemuan.
Polsek Campalagian menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 15.10 WITA. Personel kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan bahan keterangan. Penanganan dilanjutkan personel Polres Polman. Sekitar pukul 16.00 WITA, Unit Identifikasi bersama personel Sat Intelkam yang dipimpin Pamapta IPDA Abd Salam, tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Dari hasil penanganan awal, polisi belum memperoleh keterangan saksi yang melihat langsung bagaimana korban bisa masuk atau terjatuh ke saluran irigasi. Karena itu, dugaan korban tenggelam setelah luput dari pengawasan masih didasarkan pada rangkaian informasi yang diperoleh di lokasi.
Kapolsek Campalagian, IPTU Harifuddin mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika berada di sekitar lokasi yang memiliki risiko keselamatan.
“Kami mengimbau para orang tua dan keluarga agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar saluran air. Pengawasan secara langsung sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan,” ujar IPTU Harifuddin.
Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat penolakan autopsi yang dibuat pihak kepolisian dan ditandatangani keluarga korban. Jenazah R kemudian dimakamkan sekitar pukul 17.00 WITA di pemakaman keluarga di Desa Mapilli Barat.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi orang tua agar tidak lengah mengawasi anak, khususnya ketika bermain di sekitar saluran irigasi yang memiliki arus air dan berpotensi membahayakan keselamatan. (*)





