Mamuju, Mesakada.com — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mamuju menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dalam penyaluran BBM subsidi yang diduga justru dinikmati orang yang bukan nelayan. Ia bahkan mengaku memiliki rekaman sebagai dasar dugaannya itu.
DKP Mamuju menemukan dugaan aktivitas pembelian solar menggunakan jeriken di SPBU di Mamuju. Ironisnya, aktivitas tersebut disebut marak pada malam hari ketika nelayan yang telah mengantongi rekomendasi pembelian BBM subsidi justru kesulitan mendapatkan solar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP Mamuju, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya menerima sejumlah laporan dari nelayan terkait sulitnya memperoleh BBM meski telah memiliki rekomendasi.
“Kalau malam, jeriken banyak sekali diisi oleh orang yang tidak jelas, bukan nelayan. Sementara nelayannya sendiri tidak diakomodir,” kata Yusuf, Jumat (11/9/2026).
Yang membuat persoalan tersebut semakin serius, Yusuf mengungkap adanya dugaan keterlibatan atau pembackingan oleh oknum aparat dalam aktivitas pembelian BBM tersebut. Namun, ia menegaskan dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Saya pegang rekamannya. Saya tidak mungkin mengatakan itu kalau tidak ada dasarnya,” ungkapnya.
DKP Mamuju tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung terhadap SPBU. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan dan mengumpulkan informasi sebelum meneruskan hasilnya kepada instansi yang berwenang.
Yusuf mengatakan DKP telah melakukan rapat evaluasi dan segera turun ke lapangan. Jika dugaan pelanggaran terbukti, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar rekomendasi kepada kepolisian dan pihak terkait untuk mengambil tindakan.
“Kami akan memberikan rekomendasi kepada pihak penyidik, kepolisian, untuk melakukan tindakan. Apabila benar, kami akan mengusulkan pencabutan izin yang didapatkan oleh SPBU yang bersangkutan,” tegasnya. (*)







