Mamuju, Mesakada.com — Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar terus mendorong peningkatan produktivitas petani dengan menyiapkan bantuan kendaraan motor tiga roda bagi kelompok tani. Bantuan ini difokuskan untuk memperlancar proses pengangkutan hasil perkebunan, khususnya komoditas kakao.
Sebagai langkah awal, Dinas Perkebunan melalui Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan melaksanakan pengumpulan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan motor tiga roda.
Kepala Disbun Sulbar, Muh. Faizal Thamrin mengatakan, program ini bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis sektor unggulan daerah.
Identifikasi dilakukan di Kelompok Tani Batu Sumombang, Dusun Konakaiyang, Desa Guliling, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dipimpin langsung Kepala Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong bersama tim.
Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan bahwa bantuan motor tiga roda benar-benar diberikan kepada kelompok tani yang membutuhkan dan siap memanfaatkannya secara optimal.
“Kami ingin memastikan bantuan motor tiga roda ini tepat sasaran dan mampu meningkatkan efisiensi distribusi hasil perkebunan petani,” ujar Agustina.
Ia menegaskan, keberadaan motor tiga roda sangat penting dalam mendukung aktivitas pascapanen, terutama untuk mengangkut hasil kebun dari lokasi produksi ke tempat pengumpulan hingga pemasaran.
Selama ini, keterbatasan sarana transportasi menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani, sehingga berdampak pada lambatnya distribusi dan menurunnya kualitas hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Batu Sumombang, Borahima, mengaku sangat membutuhkan bantuan tersebut. Menurutnya, motor tiga roda akan sangat membantu mempercepat proses angkut hasil kebun.
“Kalau ada motor tiga roda, tentu sangat memudahkan kami. Selama ini kami masih terbatas dalam mengangkut hasil panen,” ungkapnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap bantuan motor tiga roda tidak hanya memperlancar distribusi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat hilirisasi sektor perkebunan di Sulawesi Barat agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan berkelanjutan. (*)







