Mamasa, Mesakada.com — Memasuki hari kedua pascabencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Aralle, Bupati Mamuju, Welem Sambolangi turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kelurahan Aralle, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati bersama rombongan menyisir sejumlah titik longsor serta mendatangi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.
“Hari ini kami mengunjungi langsung rumah-rumah warga yang terdampak, baik yang rusak berat maupun rusak ringan,” kata Welem Sambolangi.
Selain rumah warga, longsor juga mengakibatkan sejumlah lapak pasar mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten Mamasa saat ini masih melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian dan dampak yang ditimbulkan.
Meski demikian, secara sementara tercatat tiga rumah terdampak serta sejumlah kios pasar mengalami kerusakan. Kerugian materiil akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp150 juta.
Untuk mempercepat proses penanganan pascabencana, pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum segera menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor yang menutup sejumlah titik.
Salah seorang warga terdampak, Irsan, mengaku longsor terjadi secara tiba-tiba usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis malam, 14 Mei 2026.
“Kejadiannya malam hari saat kami sedang bermain domino. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tebing,” ujarnya.
Kapolsek Aralle, IPTU Nasruddin, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir terdapat sejumlah titik longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Aralle akibat intensitas hujan yang tinggi.
Hingga Sabtu sore, warga bersama aparat dan relawan masih melakukan gotong royong mengevakuasi bangunan kios pasar serta membersihkan material longsor di lokasi terdampak. (*)







