Mamasa, Mesakada.com — Di tengah upaya mempromosikan potensi wisata daerah, kondisi jalan masuk objek wisata Air Terjun Liawan, Kabupaten Mamasa, justru terlihat kumuh dan jorok. Kondisi itu membuat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan teguran saat menghadiri Dialog Kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Welem yang hadir langsung di lokasi mengungkapkan kekecewaannya melihat kondisi akses masuk destinasi wisata tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana wisatawan akan tertarik berkunjung jika kebersihan lingkungan di pintu masuk saja tidak terjaga.
“Bagaimana mau dikunjungi ini kalau begini jalan masuknya,” ujar Welem.
Kondisi tersebut menjadi ironi karena kegiatan itu mengusung tema “Sinergi Pemuda dan Pemerintah dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Di tengah semangat membangun kolaborasi pemerintah dan pemuda, persoalan kebersihan destinasi wisata justru menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius.
Kumuhnya kawasan pintu masuk Air Terjun Liawan juga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan objek wisata tersebut. Sebagai salah satu destinasi wisata alam di Mamasa, kebersihan dan kenyamanan semestinya menjadi perhatian mendasar agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang baik sejak pertama kali tiba.
Seorang pemuda peserta dialog turut menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, persoalan kebersihan bukan semata-mata berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan, melainkan juga tanggung jawab pengelolaan destinasi wisata.
“Ini bukan soal panitia, ini soal pengelola wisata. Masa objek wisata andalan, jalan masuknya saja kumuh, jorok, sampah berserakan. Bagaimana wisatawan mau datang kalau kebersihannya tidak dijaga?” ujarnya.
Ironi lainnya, spanduk bertuliskan Dialog Kepemudaan dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 terpasang di lokasi kegiatan. Namun, tampilan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi lingkungan di pintu masuk yang menjadi kesan pertama bagi pengunjung.
Teguran Bupati Welem diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi pengelola Air Terjun Liawan bersama Dinas Pariwisata. Pembenahan kebersihan, penataan akses masuk, dan pemeliharaan kawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada kegiatan pemerintahan.
Sebab, promosi wisata tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Potensi alam yang dimiliki Mamasa perlu didukung lingkungan yang bersih dan nyaman agar mampu menarik wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)





