BPS Catat 575 Ribu Penduduk Sulbar Bekerja di Sektor Informal

oleh
BPS Sulbar audiens dengan Gubernur Sulbar, beberapa waktu lalu.

Mamuju, Mesakada.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat mayoritas penduduk yang bekerja masih berada di sektor informal. Pada Februari 2026, sebanyak 575,03 ribu orang atau 71,77 persen dari total penduduk bekerja menggantungkan mata pencaharian di sektor informal, jauh lebih besar dibanding pekerja formal yang berjumlah 226,20 ribu orang atau 28,23 persen.

Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani menyampaikan data tersebut dalam rilis ketenagakerjaan Februari 2026. Berdasarkan status pekerjaan, sektor informal mencakup pekerja yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar.

Sementara sektor formal terdiri atas buruh atau karyawan atau pegawai dan pelaku usaha yang dibantu buruh tetap serta menerima upah.

Meski masih didominasi sektor informal, BPS mencatat persentase pekerja formal mengalami peningkatan tipis dibanding Februari 2025. Kenaikannya hanya sebesar 0,06 poin persen.

Data BPS juga menunjukkan status pekerjaan yang paling banyak ditempati penduduk bekerja adalah buruh atau karyawan atau pegawai dengan porsi 24,69 persen. Adapun status pekerjaan yang paling sedikit adalah berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar sebesar 3,54 persen.

Dibandingkan Februari 2025, status pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah pekerja bebas nonpertanian yang naik 2,19 poin persen. Sementara penurunan terbesar terjadi pada pekerja keluarga atau tidak dibayar yang turun 4,40 poin persen.

Dominasi sektor informal ini menunjukkan struktur ketenagakerjaan Sulbar masih ditopang oleh usaha-usaha skala kecil dan pekerjaan mandiri yang umumnya belum memiliki hubungan kerja formal maupun jaminan ketenagakerjaan yang memadai. Dengan kondisi tersebut, tujuh dari setiap 10 pekerja di Sulbar masih mencari nafkah di sektor informal. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.