Mamuju, Mesakada.com – Konsulat Jenderal Australia mempelajari program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (Pastipadu) yang dijalankan Pemprov Sulbar. Program itu dinilai efektif dalam menurunkan masalah stunting dan kemiskinan.
Program tersebut diperkenalkan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) dalam rapat koordinasi bersama Konsulat Jenderal Australia di Mamuju, Rabu (23/9/2026). SDK mengatakan, Pastipadu menjadi salah satu program unggulan Pemprov Sulbar dalam menangani sejumlah persoalan sosial secara terpadu, khususnya stunting, kemiskinan ekstrem dan anak tidak sekolah (ATS).
“Ya, saat ini program Pastipadu kita mulai dilirik dan dipelajari oleh Konsulat Jenderal Australia,” kata SDK.
Menurutnya, Pastipadu mengintegrasikan sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, perlindungan sosial, ketahanan pangan hingga pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut diterapkan secara bertahap di desa dan kelurahan yang menjadi lokus penanganan. Pemprov Sulbar menargetkan pendekatan tersebut nantinya dapat menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Sulbar.
SDK mengatakan, ketertarikan Australia terhadap Pastipadu tidak lepas dari persoalan yang menjadi sasaran program tersebut, seperti kemiskinan ekstrem, stunting, anak tidak sekolah hingga perkawinan dini.
“Kita paparkan tadi, beliau memahami dan mengatakan bahwa ini sangat mendasar,” ujarnya.
Pemprov Sulbar juga membuka peluang kolaborasi dengan Australia dalam memperkuat penanganan persoalan tersebut. Menurut Suhardi, kerja sama tidak hanya berpotensi melibatkan pemerintah Australia, tetapi juga organisasi nonpemerintah dan lembaga filantropi.
“Mungkin bisa mengambil peranan di dalam itu. Itu kita harapkan dan insya Allah akan ditindaklanjuti oleh mereka,” ungkapnya.
Selain Pastipadu, pertemuan tersebut turut membahas peluang kerja sama peningkatan sumber daya manusia. Salah satunya dukungan pendidikan bagi anak-anak Sulbar yang melanjutkan studi magister (S2).
“Kerja sama yang pertama terbuka sudah tentang peningkatan SDM. Jadi anak-anak kita di sini yang mengambil S2 itu bisa 50-50 kita. Kita biaya setengah, mereka juga biaya setengah. Jadi terbuka sudah,” pungkasnya.
SDK berharap ketertarikan Australia terhadap Pastipadu dapat berlanjut menjadi kolaborasi konkret untuk memperkuat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Sulbar.
“Kami berharap Konjen Australia ikut mengintervensi Pastipadu ini,” tutup SDK (*)







