Mamasa, Mesakada.com — Angka stunting di Kabupaten Mamasa masih berada di kisaran 31 persen pada 2025, jauh di atas target nasional 14 persen. Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam Pemaparan dan Diskusi Percepatan Penurunan Stunting bersama Tim Sekretariat Wakil Presiden di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Senin (20/4/2026).
Wakil Bupati Mamasa, Sudirman, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, mengakui meski tren penurunan terus terjadi, angka 31,01 persen masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
“Penurunan memang ada setiap tahun, dari 37,6 persen pada 2023 menjadi 35,7 persen di 2024, hingga 31,01 persen di 2025. Namun ini masih jauh dari target nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal, namun belum sepenuhnya mampu menekan angka stunting hingga sesuai target. Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat juga menjadi kendala dalam pelaksanaan program ke depan.
Kendati demikian, Sudirman berharap kunjungan Tim Sekretariat Wakil Presiden dapat menjadi dorongan tambahan bagi pemerintah daerah untuk lebih intensif dalam menurunkan angka stunting.
“Kami berharap kehadiran tim ini semakin memotivasi kami untuk bekerja lebih keras dalam menekan angka stunting di Mamasa,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Gizi dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden, Siti Alfiah, menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Pemkab Mamasa. Meski demikian, ia menegaskan perlunya langkah yang lebih terarah mengingat angka stunting masih cukup tinggi.
Pihaknya juga berencana melakukan penyisiran langsung ke desa-desa yang menjadi lokus stunting untuk memastikan intervensi berjalan efektif.
“Kami akan melakukan pemantauan langsung di lapangan dan melaporkannya kepada Wakil Presiden sebagai bahan evaluasi,” ungkapnya.
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Mamasa, NAdel Palulun Welem, Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Barat, jajaran OPD, serta perwakilan dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa. (*)





