Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar tetap menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Sulbar 2026 meski di tengah keterbatasan anggaran. Perhelatan yang berlangsung di Mamuju pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026 itu diselenggarakan dengan total anggaran sekitar Rp 600 juta yang mencakup seluruh kebutuhan pelaksanaan.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil, mengungkapkan MTQ XI awalnya direncanakan digelar di Kabupaten Mamasa. Namun, perubahan kebijakan anggaran membuat daerah tersebut tidak lagi bersedia menjadi tuan rumah.
“Sebenarnya awalnya MTQ ini dilaksanakan di Kabupaten Mamasa sebagai tuan rumah. Namun karena adanya refocusing perubahan anggaran dari dana transfer, sehingga Kabupaten Mamasa tidak bersedia menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, kami dari Provinsi Sulawesi Barat mengambil inisiatif karena kegiatan ini harus tetap berlangsung, sehingga kami mengambil alih dan melaksanakannya di Mamuju,” kata Murdanil, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan fiskal membuat panitia harus menyusun penyelenggaraan secara efisien. Anggaran sekitar Rp600 juta tersebut telah mencakup honorarium Dewan Hakim, panitera, hadiah bagi para pemenang, hingga pelaksanaan seremoni pembukaan dan penutupan.
“Karena melihat kondisi keuangan kita, khususnya untuk kegiatan MTQ ini sangat terbatas. Ada kurang lebih Rp 600 juta, itu sudah termasuk honor Dewan Hakim, panitera, hadiah, termasuk pelaksanaan acara pembukaan,” ujarnya.
Meski dilaksanakan dengan anggaran terbatas, MTQ XI Sulbar tetap diikuti 116 peserta dari enam kabupaten yang akan berlomba pada 11 cabang. Perlombaan dipusatkan di Masjid Raya Suada, Masjid Jami Muttahida, dan Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.
Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, mengapresiasi komitmen Pemprov Sulbar yang tetap menyelenggarakan MTQ di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan karakter dan kehidupan spiritual masyarakat.
“Selamat dan sukses untuk pelaksanaan MTQ XI 2026 di tengah efisiensi anggaran. Pemprov Sulbar masih memikirkan MTQ untuk dilaksanakan. Hanya ada beberapa provinsi yang tetap melaksanakan dan ini patut kita apresiasi, karena membangun daerah bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mental dan spiritual bagi semua sektor agama,” kata Suraidah.
Ia juga berharap pelaksanaan MTQ XI mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang diprioritaskan untuk mewakili Sulbar pada ajang MTQ tingkat nasional, sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (ajs)






