Mamuju, Mesakada.com – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) punya ambisi besar membangkitkan kejayaan kakao di Sulbar. Ia menargetkan kebangkitan komoditas kakao sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Untuk mewujudkannya, Pemprov Sulbar telah mengusulkan bantuan hingga 17 juta bibit kakao kepada Kementerian Pertanian melalui mekanisme Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).
Pernyataan itu disampaikan SDK saat membuka Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Sulbar di Aula Poltekkes Kemenkes Mamuju, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan pemenuhan bantuan bibit akan menjadi fondasi penting dalam mengembalikan posisi Sulawesi Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional.
“Kalau 10 hingga 17 juta bibit itu terpenuhi, saya kira kakao di Sulawesi Barat lima tahun ke depan akan semakin membaik dan kembali berkontribusi terhadap kakao dunia,” kata SDK.
Ia menjelaskan, pengembangan kakao menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah selain peningkatan produksi padi. Melalui peremajaan tanaman dan penyediaan bibit unggul, produktivitas kebun kakao masyarakat diharapkan meningkat sekaligus mendongkrak pendapatan petani.
SDK optimistis dukungan pemerintah pusat terhadap sektor perkebunan akan mempercepat pemulihan produksi kakao Sulbar yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan akibat usia tanaman dan serangan hama. (*)







