Ada Uranium Kandungan Tinggi, Mamuju Masuk Zona Paparan Radiasi Tertinggi di Dunia

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Dalam laporan terbaru United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) 2024 yang dirilis pertengahan Februari lalu, angka radiasi alam tercatat jauh di atas rata-rata global.

Bahkan, di wilayah tertentu di Mamuju dikategorikan sebagai High Natural Background Radiation Areas (HNBRA) atau daerah dengan radiasi latar belakang alami tinggi. Estimasi dosis efektif tahunan dari radiasi alam di kawasan tersebut mencapai sekitar 27 milisievert (mSv) per tahun.

Sebagai perbandingan, rata-rata paparan radiasi alam global berada di kisaran 3 mSv per tahun. Dengan demikian, paparan yang diterima penduduk di wilayah HNBRA Mamuju hampir sembilan kali lebih besar dibandingkan rata-rata dunia. Temuan ini disampaikan oleh perwakilan Indonesia untuk UNSCEAR yang juga merupakan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tingginya paparan radiasi tersebut bukan dipicu aktivitas industri nuklir, melainkan faktor geologi alami. Tanah di sejumlah lokasi Mamuju mengandung uranium-238 dan thorium-232 dalam kadar sangat tinggi. Kedua unsur radioaktif alami ini secara perlahan meluruh dan menghasilkan radon, gas radioaktif yang memancarkan radiasi pengion.

Di beberapa titik, konsentrasi uranium dan thorium dilaporkan mencapai ratusan hingga lebih dari 1.000 becquerel per kilogram (Bq/kg). Angka ini jauh melampaui rata-rata global yang berada di kisaran 33 Bq/kg untuk uranium-238 dan 45 Bq/kg untuk thorium-232. Kandungan tersebut menjadi salah satu faktor utama tingginya paparan radiasi alam di wilayah itu.

Sementara itu, konsentrasi radon di luar ruangan di Mamuju tercatat berkisar antara 22 hingga 760 Bq/m³, dengan rata-rata sekitar 290 Bq/m³. Nilai ini tergolong tinggi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap dosis radiasi yang diterima masyarakat setempat setiap tahunnya.

Meski demikian, karakteristik bangunan tradisional di Mamuju dinilai membantu menekan risiko paparan berlebih di dalam rumah. Struktur rumah panggung serta ventilasi alami yang terbuka memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik sehingga gas radon tidak terperangkap lama di ruang tertutup.

Arsitektur lokal tersebut berperan dalam mengurangi potensi akumulasi radon di dalam ruangan. Dengan sirkulasi udara yang lebih bebas, paparan aktual yang diterima individu bisa berbeda dibandingkan jika rumah dibangun dengan struktur tertutup dan ventilasi minim.

Keberadaan wilayah dengan radiasi alam tinggi seperti Mamuju juga memiliki nilai penting secara ilmiah. Kawasan ini dapat menjadi lokasi penelitian untuk memahami dampak paparan radiasi rendah dalam jangka panjang terhadap kesehatan manusia.

Studi di daerah HNBRA seperti di Mamuju diharapkan mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai batas aman paparan radiasi alam serta implikasinya bagi kebijakan kesehatan dan keselamatan lingkungan di masa mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.