Mamuju, Mesakada.com — Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sulbar masih memprihatinkan. Terlebih di dalam sana ada praktik peredaran narkotika yang dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, saat menjamu Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Silmy Karim, di Waterpark Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju, Rabu 2 Juli, malam.
“Mungkin kedepan kita perlu melakukan penataan yang lebih baik agar betul-betul lembaga pemasyarakatan kita ini tempat mendidik warga negara kita untuk kembali ke jalur yang benar,” kata Salim.
Salim juga menyampaikan pengalamannya saat menjadi anggota DPR RI. Ia kerap mengunjungi Lapas Cipinang. Di sana ia melihat ketimpangan fasilitas antara narapidana yang mampu secara finansial dan yang tidak. Sistem seperti itu perlu diperbaiki untuk menciptakan keadilan.
“Yang kere, jadi tahanan betulan. Sistem ini juga perlu kita perbaiki ke depan, agar tidak memberi kesan yang buruk,” ungkapnya.
Salim pun meminta agar kondisi ini betul-betul ditata. Apalagi diketahui pemerintah saat ini berupya membangun negara ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
“Tapi ini hanya bisa kita lakukan kalau kita memiliki kesadaran bersama bahwa negara ini penting buat kita sekarang dan masa depan anak-anak kita,” ucapnya.
Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim membenarkan bahwa persoalan lapas dan imigrasi memang menjadi pekerjaan rumah besar.
Ia menyebutkan, pemisahan antara Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan dari Kementerian Hukum dan HAM merupakan langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus pada sektor ini.
“Dulu ketika masih sebagai kementerian hukum dan HAM itu bidangnya terlalu banyak. Bidang-bidangnya berbeda-beda dan besar sehingga energinya itu terbagi sedikit-sedikit,” ungkapnya. (*)






