Mamuju, Mesakada.com — Ketimpangan struktur armada perikanan di Sulbar kian mencolok. Mayoritas kapal nelayan masih berukuran kecil, di tengah menurunnya jumlah nelayan laut dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Syahril Abdul Raup mengungkapkan, dari total armada yang ada, sebanyak 11.231 kapal berada di bawah 5 Gross Ton (GT), sementara kapal di atas 5 GT hanya 1.252 unit.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga memperlemah daya saing sektor perikanan di daerah. Apalagi, sektor ini tengah dihadapkan pada tantangan kompleks.
“Tantangan kita bukan hanya soal produksi, tetapi juga perubahan iklim, praktik illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing), overfishing, serta degradasi lingkungan laut,” kata Syahril, Kamis (30/4/2026).
Di sisi lain, jumlah nelayan laut di Sulbar juga dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam kurun empat tahun terakhir, yang semakin memperberat kondisi sektor perikanan tangkap.
Merespons situasi tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, Safaruddin, menegaskan pihaknya akan memperkuat kapasitas nelayan lokal melalui sejumlah program strategis.
Langkah yang disiapkan antara lain pengadaan fishfinder untuk meningkatkan efisiensi penangkapan, penguatan alat tangkap serta sarana prasarana, hingga pembangunan cold storage dan ice storage di sejumlah wilayah.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas perikanan Sulawesi Barat di tengah tekanan berbagai tantangan sektor kelautan. (ajs)






