Mamuju, Mesakada.com — Universitas Terbuka Majene menggelar Wisuda Daerah Periode I Tahun 2026 di Grand Maleo Hotel and Convention, Senin, 11 Mei 2026. Sebanyak 434 wisudawan dari enam kabupaten di Sulawesi Barat mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, unsur Forkopimda, civitas akademika Universitas Terbuka, serta keluarga wisudawan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Barat menekankan pentingnya nilai revolusioner, integritas, dan adaptif bagi para lulusan perguruan tinggi agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya tidak meminta saudara hanya menjadi sarjana, saya meminta saudara menjadi penjaga kepercayaan. Karena dalam dunia yang penuh kompetisi, yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling dipercaya,” ujar Suhardi Duka.
Di tengah ratusan wisudawan yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju mencatatkan prestasi membanggakan. Dua predikat wisudawan terbaik berhasil diraih mahasiswa asal Mamuju, baik di tingkat Program Magister maupun Program Strata I.
Wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Jasmiati Paba dari Program Magister Manajemen. Sementara wisudawan terbaik Program Strata I diraih Cindy Novia Handiyanti dari Program Studi Agribisnis. Keduanya merupakan putra-putri terbaik asal Kabupaten Mamuju.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia daerah yang mampu bersaing di tingkat perguruan tinggi.
Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, mengatakan wisuda bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan dan keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah. Ia berharap para sarjana baru dapat terus mengembangkan kemampuan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Ini baru batu loncatan menuju dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Adapun total 434 wisudawan UT Majene Periode I Tahun 2026 berasal dari enam kabupaten, yakni Polewali Mandar sebanyak 78 orang, Majene 102 orang, Mamuju 140 orang, Mamasa 37 orang, Mamuju Tengah 58 orang, dan Pasangkayu 19 orang. (*)





